siklus akuntansi 2

Apa Itu Siklus Akuntansi? Berikut Penjelasannya

Diposting pada

Siklus Akuntansi adalah Kegiatan yang di lakukan secara terus-menerus untuk mengidentifikasi, menganalisa, dan mencatat / mendokumentasikan kegiatan akuntansi yang ada di perusahaan.

Proses siklus akuntansi ini di awali saat terjadinya transaksi dan di akhiri dengan di sajikannya data dalam bentuk laporan keuangan.

Mengetahui proses siklus akuntansi ini adalah hal wajib untuk kamu yang sedang mempelajari ilmu akuntansi serta ingin menjadi seorang akuntan yang profesional.

Catatan akuntansi tambahan bisa jadi akan di gunakan selama siklus akuntansi ini terjadi, termasuk juga memasukan data catatan di buku besar dan neraca saldo.

Alur Siklus Akuntansi

siklus akuntansi

Penjelasan Mengenai Siklus Akuntansi Berdasarkan Alur di Atas

1. Bukti Transaksi

Proses pertama dalam alur siklus akuntansi adalah bukti transaksi, bukti transaksi ini adalah sejumlah dokumen yang berisi rincian mengenai catatan keuangan. Jika tidak ada catatan transaksi keuangan, maka tidak akan ada bukti transaksi yang bisa di lihat. Bukti transaksi ini mencangkup pembayaran hutang, transaksi pembelian, pendapatan, dan segala hal tentang pengeluaran dan pendapatan.

2. Jurnal

Saat transaksi sudah di lakukan dan buktinya kamu sudah pegang, maka untuk selanjutnya adalah mendokumentasikan bukti tersebut dengan cara mencatatnya ke dalam jurnal perusahaan. Yang harus kamu perhatikan dalam mencatat adalah debit dan kredit harus memiliki nilai yang seimbang.

3. Buku Besar

Setelah kamu mencatatnya di jurnal, selanjutnya masukan data yang berisi ringkasan semua kegiatan aktivitas keuangan ke dalam buku besar.

4. Neraca Saldo

Biasanya pada akhir jadwal akuntansi yang biasanya terjadi bulanan/triwulan/semester dan tahunan. Neraca saldo ini berisi mengenai ringkasan dari transaksi. Data yang ada di neraca saldo ini berguna untuk menyiapkan laporan keuangan serta sebagai bahan untuk meng evaluasi aktivitas keuangan yang ada di perusahaan.

5. Jurnal Penyesuaian

Di akhir periode akuntansi perusahaan, Jurnal ini harus di posting ke akun tertentu setiap akhir periode akuntansi supaya informasinya bisa di gunakan untuk menyesuaikan dengan kondisi aktual sebenarnya. Dengan begitu perusahaan bisa membuat laporan yang sesuai dengan data perencanaan dan membandingkannya dengan data aktual.

6. Laporan Keuangan

Laporan keuangan ini adalah laporan yang berisi mengenai neraca, laporan keuangan laba rugi, laporan arus kas, serta ada juga laporan perubahan modal. Dan data yang ada di laporan ini sifatnya sudah benar dan bisa di pertanggung jawabkan.

7. Jurnal Penutup

Pada jurnal ini saat di terbitkan, semua angka di dalamnya akan di buat menjadi 0. Dengan begitu jurnal ini bisa di gunakan untuk mendokumentasikan seluruh transaksi yang akan berjalan untuk kedepannya. Namun dalam sikus ini tiap-tiap perusahaan memiliki aturan yang mungkin berbeda.

Contoh perbedaannya adalah proses akuntansi pada sektor dagang dan jasa, pasti akan ada perbedaan walaupun sedikit. Namun secara umum alur ini sedikit sama pada semua sektor.

Itu dia penjelasan mengenai siklus akuntansi, secara sederhana siklus akuntansi ini adalah seperangkat aturan yang di buat untuk memastikan akurasi dan sesuainya data laporan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *