cara investasi uang

Bagaimana Cara Investasi Uangmu – Memilih Cara Investasi Yang Baik Untukmu

Diposting pada

Bagaimana Cara Investasi – Belajar tentang bagaimana menginvestasikan uangmu mungkin akan sangat menakutkan, Tetapi ternyata untuk melakukan investasi itu mudah.

Menginvestasikan uangmu di pasar modal adalah cara terbaik untuk membangun kekayaan, menjaga aset serta menabung untuk jangka panjang.

Tetapi untuk mencari tahu cara terbaik untuk investsi mungkin kadang bisa membuatmu sangat takut. Tetapi hal ini tidak akan terjadi jika kamu tahu cara memulai investasi yang baik.

 

Tips Cara Investasi Untuk Kamu Yang Baru Masuk

Setiap orang mempunyai keadaan keuangannya masing-masing. Oleh karena itu cara untuk memulai invenstasi bagi pemula setiap orang berbeda satu dengan lainnya.

Oleh sebabitu untuk mengetahui cara berinvestasi yang ingin kamu mulai, kamu harus tahu secara rinci dari pengeluaran dan pendapatan, jumlah aset, kewajiban dan tanggung jawab, serta membuat tujuan rencana kedepan dengan membuat rencana keuangan yang sehat.

Selanjutnya setelah semua sudah terencana, kamu bisa memilih bagaimana caramu berinvestasi.

Berikut ini adalah tahapan yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengetahui bagaimana cara investasi uang yang kamu miliki :

  • Lakukan identifikasi apa tujuan kamu untuk berinvestasi, fikirkan pula jangka waktu investasimu serta pahami resiko dari investasimu
  • Putuskan apakah kamu ingin melakukan investasi sendiri atau dengan bantuan pihak ketiga contohnya reksadana
  • Buat akun dipasar saham di sekuritas yang bagus dan terpercaya
  • Kenali profil resiko profil investasi kamu, apakah kamu agresif, moderat atau konservatif. Setelah mengenali resiko investasimu kamu bisa mulai berinvestasi.
  • Pilihlah bidang dimana kamu ingin menaruh sahammu, kamu bisa menaruh dibidang tambang. komunikasi, digital dan masih banyak lagi.

 

Cara menggunakan Uang yang Baik  Untuk Investasi

investasi untuk pemula

1. Buat Tujuan Keuanganmu

Mencari tahu bagiamana cara menginvestasikan uang kamu, dimulai dari tujuan kamu kenapa kamu berinvestasi.

Contoh dari hal ini adalah misalnya kamu ingin berinvestasi selama 3 tahun untuk biaya nikah atau membeli kendaraan baru.

Dengan mengetahui tujuan atau goal yang kamu inginkan,  kamu bisa merencanakan bagaimana profil resikonya.

  • Investasi Jangka Panjang : secara umum orang kebanyakan mengartikan berinvestasi tipe ini hanya untuk memiliki dana pensiun saja. Kamu mungkin punya tujuan selain selain itu misalnya seperti untuk biaya kuliah, pendidikan anak, membesi rumah.
  • Investasi Jangka Pendek : investasi jangka pendek ini biasanya tidak lebih dari 3 tahun, dana dari investasi ini biasa kamu pakai untuk membeli kendaraan, liburan tahun baru atau hari raya lainnya.

2. Membuat Rekening Akun Investasi

Umtuk membeli saham dan obligasi kamu memerlukan rekening akun. Akun ini kurang lebih sama seperti akun Bank yang dibuat menjadi satu rekening yang digunakan untuk giro, tabungan, pasar uang, deposito.

Setiap bank/sekuritas memiliki aturan yang berbeda-beda dalam hal menginvestasikan uang. kamu bisa memilih di bank atau sekuritas yang cocok dengan profil resikomu.

3. Pilih Cara Bernvestasi Yang Sesuai Dengan Profil Resikomu

Mencari tahu bagaimana cara untuk melakukan investasi, serta di mana kamu akan menaruh uang banyak yang ingin kamu gunakan untuk investasi.

Jawabannya akan sangat tergantung pada pilihanmu, jadi kamu harus memahami keadaan diri kamu dan akan di pakai untuk apa uang yang kamu investasikan itu.

Pada dunia investasi di kenal istilah “Hasil Yang Tinggi Akan Punya Resiko Yang Tinggi Pula” jika kamu siap menanggung resiko kamu bisa mendapatkan imbalan yang tinggi namun di balik imbalan yang tinggi, kamu bisa mendapatkan kerugian yang besar pula.

Kamu bisa menaruh uangmu di beberapa instrument investasi, berikut beberapa jenis investasi yang kamu bisa menaruh uangmu di sini :

  • Saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal. Kamu bisa membeli saham sebuah perusahaan yang kamu yakini akan meningkat di kemudian hari.
    Investasi saham ini cocok untuk kamu yang memiliki profil resiko agresif karena harga saham bisa naik dan bisa turun.

 

  • Obligasi adalah surat hutang yang di buat oleh si penghutang kepada si pemberi pinjaman hutang. Biasanya obligasi ini di terbitkan oleh pemerintah untuk mendanai proyek-proyek atau biaya negara lainnya.
    Jenis Investasi ini cocok untuk kamu yang tidak ingin rugi karena biasanya keuntungan investasinya sudah di jelaskan saat di awal.

 

  • Reksa dana adalah jenis investasi di mana kamu menginvestasikan uang dan uang tersebut di olah oleh seorang manajer investasi. kamu bisa memilih reksadana untuk berinvestasi jika kamu tidak memiliki banyak waktu luang untung melakukan analisa atau pengetahuanmu terbatas.

 

  • Bitcoin dan Altcoin : salah satu jenis instrumen investasi yang menawarkan timbal balik yang sangat tinggi dalam waktu yang singkat. Harga bitcoin sangat fluktuatif sekali jadi kamu bisa langsung untuk besar dan bisa juga mengalami kerugian yang cukup besar. Jenis investasi ini cocok untuk kamu yang benar-benar ingin untung besar tapi dengan resiko yang besar pula.

 

Kesimpulan

Jika kamu memiliki profil resiko agresif  dan sanggup tetap tenang jika harga sahamnya naik dan turun. kamu bisa menaruh banyak saham di dalam portofolio keuanganmu.

Jika resiko profilmu rendah kamu bisa menaruh banyak obligasi dan sedikit saham di dalam portofolio keuanganmu. Karena nilai dari oblikasi cenderung stabil dan tidak mengalami penurunan nilai.

Tujuan dari kenapa kamu berinvestasi juga penting dalam menyusun portofolio keuanganmu. Jika tujuanmu untuk jangka panjang kamu bisa membuat profil resiko yang agresif karena potensi dari berinvestasi jenis ini akan mendapat timbal balik yang besar. Oleh karena itu jika tujuanmu jangka panjang kamu bisa menaruh lebih banyak saham dan sisakan untuk obligasi di dalam portofoliomu.

Terlepas dari cara manapun yang kamu pilih dalam berinvestasi, cara terbaik untuk mendapatkan hasil investasi yang memuaskan  dengan resiko yang rendah adalah dengan menyebarkan dana yang kamu miliki ke berbagai jenis aset. cara ini disebut dengan alokasi aset.

Alokasi aset ini sangat penting karena Saham, obligasi, Reksa dana dan instrumen investasi yang lainnya mereka memiliki respon terhadap pasar yang berbeda.

Misal ketika ada salah satu yang naik, yang lain nilainya turun. Jadi, Rencana keuangan yang tepat bisa membuat kamu bisa tetap tenang dalam menghadapi pasar yang berubah ubah.

Sumber : artikel di ambil dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *