cara menghitung laba

Begini Cara Mengitung Laba Yang Benar Untuk Bisnis

Diposting pada

Setiap orang yang menjalankan sebuah usaha atau bisnis tentu ingin mencapai laba. Laba atau keuntungan dihasilkan dari kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh sebuah bisnis. Keuntungan diperoleh dengan cara menghitung berapa banyak pendapatan yang diterima perusahaan kemudian dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan selama produksi.

Jika kamu pelaku bisnis, penting untuk kamu mengetahui berapa laba yang kamu dapatkan. Laba sendiri terbagi ke dalam 4 jenis yaitu laba bersih, laba kotor, laba sebelum pajak dan laba operasi. Penting untuk kamu mempelajari cara menghitung laba karena ini menjadi salah satu yang sangat penting dalam sebuah usaha atau bisnis.

Mungkin beberapa diantara kamu masih ada yang bertanya, mengapa dalam sebuah laporan usaha harus mencantumkan laba bersih? Laba bersih sangat penting dalam laporan usaha supaya pemilik usaha dapat melihat berapa laba yang didapatkan perusahaannya.

Perhitungan laba penting dilakukan sebagai referensi jumlah dana yang dapat digunakan perusahaan sebagai dana cadangan pada saat ingin melakukan investasi, melakukan pengembangan dan bisa digunakan sebagai dana darurat.

Dan kedua, laba bersih dihitung supaya pemilik perusahaan mengetahui informasi terkait berapa besar uang yang bisa digunakan untuk membayar hutang perusahaan. Dan terakhir, dengan mengetahui laba sebuah bisnis, informasi tersebut dapat menjadi sumber pertimbangan bagi perusahaan pada saat mengalokasikan dana ke biaya operasaional dan juga pembelian bahan baku.

Penghitungan laba juga punya beberapa fungsi penting lain misalnya melakukan evaluasi laba yang didapatkan dalam satu periode tertentu dan untuk menilai apakah perusahaan berjalan dengan efektif dan eisien.

Jika kamu ingin mengetahui berapa laba rugi yang dihasilkan sebuah perusahaan, tentu kamu harus mengetahui dulu apa saja komponen yang masuk ke dalam penghitungan laba rugi tersebut. Adapun beberapa komponen yang akan dimuat dalam laporan laba rugi adalah pendapatan, beban, beban penjualan, biaya umum dan biaya administrasi.

Berikut ini beberapa cara mengitung laba rugi yang perlu kamu pelajari:

  1. Menghitung Laba Kotor

Langkah pertama untuk menghitung laba rugi adalah menghitung laba kotor terlebih dahulu. Cara menghitung laba kotor dapat dilakukan dengan cara mengurangi penjualan bersih terhadap HPP atau Harga Pokok Penjualan. Kamu bisa gunakan rumus laba kotor seperti berikut ini:

Laba Kotor = Penjualan Bersih – HPP

Perlu diketahui, penjualan bersih didapatkan dengan cara mengurangi semua penjualan dengan total biaya yang dikeluarkan. Sedangkan HPP dihitung dengan menambahkan modal awal dengan pembelian bersih baru dikurangi dengan biaya persediaan akhir yang masihi tersisa.

  1. Menghitung Laba Bersih

Kemudian, kamu harus menghitung laba bersih supaya bisa mengetahui berapa laba yang sebenarnya didapatkan oleh seuah perusahaan. Cara menghitung laba usaha bersih atau laba bersih di sini adalah mengurangi beban kotor dikurangi beban usaha yang dilakukan perusahaan.

LB = LK – BU

  1. Menghitung Laba Bersih Sebelum Dikenai Pajak

Setelah Laba bersih didapatkan, selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghitung besarnya laba  bersih sebelum pajak di mana laba operasional akan dikurangi dengan bunga, depresiasi dan amoritasi. Yang dimaksud depresiasi dan amortisasi di sini adalah penyusutan nilai asset baik yang berwuud maupun tidak selama umur ekonomisnya.

  1. Mengitung Laba Bersih Setelah Dikenai Pajak

Untuk menghitung laba bersih setelah pajak, kamu harus menghitung laba bersih sebelum pajak baru dikurangi dengan tarif pajaknya.

  1. Menghitung Laba Ditahan

Jika sudah mendapatkan laba bersih setelah dikenai pajak, maka kamu bisa menghitung laba ditahan. Rumus menghitung laba ditahan atau laba yang tidak dibagikan adalah sebagai berikut:

Laba ditahan= laba bersih setelah pajak-dividen.

Jadi itulah cara menghitung laba perusahaan yang perlu kamu pelajari. Rumus menghitung laba harus kamu pelajari dengan baik supaya bisa mengetahui berapa banyak laba yang dihasilkan dan apakah laba tersebut efektif sesuai dengan pengeluaran yang sudah dikorbankan.

Dan untuk kamu yang baru saja menjalankan bisnis atau usaha, kamu juga harus bisa mencapai laba maksimum atau laba dengan tingkat tertinggi. Dengan begitu, keuntungan yang didapatkan nanti akan semakin besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *