Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Pelaku UMKM

Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Pelaku UMKM

Diposting pada

Pentingnya Literasi Keuangan – Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau yang biasa disebut dengan UMKM diketahui mempunyai peran yang nyata terhadap perkembangan pembangunan di Indonesia, khususnya saat terjadinya krisis moneter yang melanda Indonesia berapa puluh tahun silam. UMKM benar-benar mengambil peran penting untuk membantu perekonomian Indonesia.

Hal ini dikarenakan hanya UMKM usaha yang masih bertahan pada saat itu.  Beberapa tahun belakangan, usaha ini terlihat mengalami kemunduran dalam hal pengembangan usahanya. Hal ini disebabkan karena adaya berbagai masalah yang belum terselesaikan misalnya pemanfaatan SDM, manajemen pembiayaan, pemasaran dan masih banyak lagi.

Itulah mengapa, sangat diperlukan upaya untuk bisa meningkatkan kinerja dan keberlangsungan UMKM.  Salah satu caranya yaitu dengan memperkaya pengetahuan seorang UMKM mengenai usahanya, seperti pengetahuan dalam bidang keuangan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan ini seperti memperbanyak pengetahuan pelaku UMKM mengenai pengetahuan keuangan dimana pengelolaan nantinya bisa dikerjakan dengan lebih baik.

Literatur ini sendiri sudah banyak mengkonfirmasi jika potensi UMKM dalam hal mengenali juga mengakses sumber daya keuangan sangat begitu akan berdampak pada tingkat pertumbuhan UMKM. Kemampuan dalam hal mengelola keuangan usaha ini begitu diperlukan untuk kinerja usaha dan keberlangsungan usaha.

Sebab jika tidak ada pemahaman UMKM tentang konsep dasar keuangan, tentulah usaha ini tidak bisa mengambil keputusan mengenai pengelolaan keuangan.

UMKM ini sendiri mempunyai dasar pengetahuan keuangan yang baik dimana mmepunyai kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih jelas lagi seperti pinjaman, investasi dan sebagainya.

Pentingnya Literasi Keuangan Selama Masa Pandemi Covid-19 bagi UMKM

Salah satu yang menajdi sektor ekonomi yang begitu terdampak dari adanya pandemi ini adalah para pelaku UMKM. Jika diperhatikan dalam keadaan normal, tentu saja masih bisa dilakukan operasional untuk menambah omset, namun sejak pandemi ini ada banyak pelaku usaha yang mengalami kerugian karena operasional tidak bisa berjalan normal.

Bukan hanya itu saja, tapi mereka harus membayar gaji para karyawan. Ditambah lagi literasi keuangan pelaku UMKM masih belum meningkat, dimana ada banyak yang belum mengetahui seperti apa cara tepat mengelola keuangan dengan cara yang sesuai.

Banyak yang bahkan baru menyadari seberapa pentingnya pengelolaan keuangan yang baik setelah pandemi covid-19 ini terjadi.  Jika nanti mau mengajukan proposal dengan pihak lain atau bank, pastinya yang diminta adalah laporan keuangan yang dimiliki supaya semakin meyakinkan pihak tersebut.

Namun yang terjadi adalah ada banyak yang tidak bisa memberikannya karena memang tidak mempunyai bukti laporan dari operasional yang telah berjalan.

Tahukah kamu bahwa literasi keuangan bukan hanya sebuah laporan keuangan yang dibuat sesuai standar saja, namun ada juga pengendalian internal yang harus dilakukan. Pemisahan tanggung jawab pekerjaan, alur koordinasi yang jelas dan sebagainya.

Salah satu pelaku UMKM menyatakan, untuk melakukan pencatatan transaksi saja bisa terbilang masih lalai, apalagi sampai kepada penyusunan laporan keunagan sesuai dengan standar yang berlaku dengan menjalankan pengendalian internal yang baik. UMKM dengan tujuan jangka panjang tentulah akan memikirkan hal ini dengan baik.

Kesimpulannya adalah, pada saat ingin mengubah level usaha dari UMKM menjadi perusahaan maka yang pasti adalah membutuhkan pengelolaan yang tepat dalam berbagai bidang. Pada saat UMKM sendiri sudah mempunyai omset yang besar, tentulah ada kewajiban pajak yang harus dilaksanakan, mendaftarkan hak merek supaya nanti mempunyai kedudukan di mata hukum,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *