Saham Nyangkut - Ini Cara Mengatasi Agar Tidak Rugi Banyak

Saham Nyangkut? Ini Cara Mengatasi Agar Tidak Rugi Banyak

Diposting pada

Saham Nyangkut Cara Mengatasinya – Dalam dunia investasi khususnya saham sering kita mendengar istilah tentang saham nyangkut. Dari katanya sendiri hal ini merupakan sebuah kejadian yang tidak mengenakan untuk kamu alami. Namun, kejadian saham yang nyangkut ini merupakan hal yang biasa kamu alami jika kamu seorang investor. Apalagi jika kamu seorang investor pemula, yang masih belajar investasi saham.

Pergerakan saham yang fluktuatif sangat sulit untuk di analisa, apalagi jika kamu baru memasuki dunia investasi saham. Alih-alih berharap saham yang sudah kamu beli naik harganya, malah turun. Dan membuat kerugian yang lumayan besar untuk kamu.

Pada artikel ini saya akan membahas mengenai apa yang dimaksud dengan saham nyangkut?, Kenapa bisa terjadi saham yang nyangkut?, Solusi apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya?.

Maksud Saham Nyangkut

Saham nyangkut adalah suatu keadaan yang mana saham yang kamu punya nilainya turun dan posisinya jika kamu menjual saham tersebut kamu akan mengalami kerugian yang cukup lumayan. Saham nyangkut biasa terjadi kepada investor pemula yang abai dan tidak memiliki batas untuk menjual saham di posisi bawah.

Untuk kamu yang tidak ingin mengalami ini, penting sekali untuk membuat resiko presentase penurunan, jadi jika saham yang kamu punya mengalami penurunan, harga penurunan tersebut tidak akan membuatmu terlalu merasa rugi karena harga saham yang turun tersebut sudah kamu perhitungkan.

Kenapa Saham Bisa Nyangkut

Banyak faktor yang bisa membuat investasi saham kamu menjadi nyangkut, hal yang paling utama adalah karena kamu tidak memiliki profil resiko. Selanjutnya adalah karena kamu mengambil keputusan yang salah, karena berharap saham tersebut naik tetapi malah semakin turun. Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan saham kamu nyangkut :

1. Kamu Tidak Membuat Batas Resiko

Hal ini sering terjadi biasanya kepada investor baru karena mereka tidak memiliki batas resiko jika terjadi harga saham yang turun. Mereka takut untuk mengaku jika saham yang mereka beli ini turun, dan mematok nilai penurunan yang cukup besar.

2. Tidak Melakukan Analisa Yang Benar

Analisa saham wajib sekali kamu lakukan, baik itu analisa saham secara fundamental ataupun analisa saham teknikal. Hal ini adalah hal utama yang harus kamu lakukan sebelum membeli saham. Namun, banyak dari para investor yang baru masuk ke dunia saham mereka hanya mengikuti trend yang sedang berkembang tanpa melakukan analisa yang tepat.

3. Disposition Effect

Disposition Effect adalah situasi ketika investor saham tidak mau mengakui kalau saham yang mereka punya sedang mengalami penurunan. Itulah kenapa banyak investor jenis ini yang tidak mau menjual sahamnya ketika sedang terjadi penurunan padahal posisinya dia mengalami kerugian.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Saham Nyangkut?

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan ketika sedang mengalami nyangkutnya aset yang kamu miliki :

1. Jual Bertahap Saham Yang Kamu Punya

Sebelum melakukan hal ini pastikan kamu membuat analisa dulu apakah dalam waktu dekat saham yang kamu miliki ini akan naik. Namun, jika saham tersebut sudah tidak memiliki masa depan, kamu bisa langsung menjualnya.

Kamu bisa menjual saham yang nyangkut ini secara bertahap dengan harapan kedepannya harga saham ini akan naik sedikit demi sedikit. Dengan begitu kerugian yang kamu alami akan sedikit berkurang setiap harinya.

Dengan menjual saham yang rugi secara bertahap juga tidak akan membuat fikiranmu terganggu.

2. Cut Loss : Jual Langsung Semua Saham

Hal ini bisa kamu lakukan jika kerugian yang kamu alami sangat besar, dan agar tidak menambah kerugian lagi pada kemudian harinya. Apalagi jika saham yang kamu punya ini di miliki oleh perusahaan yang kurang berkembang dan bisa langsung jatuh harganya.

Cut Loss bisa kamu lakukan ketika pasar sedang mengalami kenaikan yang sementara atau bisa kita sebut dengan technical rebound. Setelah itu kamu bisa membeli saham lain dan membuat portofolio saham yang baru.

3. Lakukan Teknik Average Down

Yang dimaksud dengan Average Down adalah teknik membeli lembar saham yang banyak ketika harga saham tersebut sedang mengalami penurunan yang besar dengan harapan ketika saham tersebut sudah kembali normal harganya kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar pula.

Strategi Average Down bisa kamu lakukan jika saham tersebut memiliki fundamental yang bagus, dalam artian kamu sudah menganalisa saham tersebut jika pada lain waktu nanti akan mengalami kenaikan.

4. Untuk Tabungan Masa Depan

Karena sudah terlanjur mengalami penurunan harga yang sangat besar dan kamu tidak tega untuk menjualnya. Kamu bisa membiarkan saham tersebut nyangkut dan menunggu sampai nilai sahamnya naik.

Anggap dana yang nyangkut sebagai pembelajaran dan nantinya kamu akan lebih berhati-hati lagi dalam membeli saham.

Namun dengan teknik ini dan investasimu tidak bisa kamu putar untuk membeli saham yang lain yang memiliki fundamental yang lebih bagus.

Cara Agar Tidak Mengalami Nyangkut di Saham

Kalau tadi adalah hal yang bisa kamu lakukan jika saham yang kamu beli nyangkut, berikut adalah pembahasan yang bisa kamu lakukan agar tidak nyangkut di saham :

1. Analisa Saham

Ada dua analisa yang wajib kamu lakukan jika kamu ingin bermain saham, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal.

Analisa fundamental bisa kamu pakai jika kamu ingin melakukan investasi jangka panjang di saham, analisa ini dilakukan dengan melihat laporan keuangan tahunan dari perusahaan saham.

Sedangkan analisa teknikal lebih ke kamu yang ingin melakukan trading saham, hal ini biasa dilakukan dengan membaca chart saham dan melakukan analisa menggunakan indikator saham. Analisa teknikal bisa kamu lakukan jika kamu ingin melakukan investasi jangka pendek / trading saham.

2. Buat Batas Resiko

Karena naik turunnya saham ini sangat fluktuatif ada baiknya kamu membuat batas rugi. Dan nanti jika suatu hari saham yang kamu punya mengalami penurunan kamu sudah siap dengan hal itu.

Bagi setiap investor nilai presentase penurunan saham untuk membuat batas resiko berbeda beda, jadi tentukan sendiri berapa presentase resiko penurunan aset saham yang kamu punya.

Sebagai contoh :

Jika si Andi mempunyai saham perusahaan ASETBRO sebanyak 100 lot dengan harga perlembar saat dia beli adalah 1000 rupiah.

Namun, setelah sebulan Andi membeli, harga perlembarnya turun dari 1000 menjadi 900 rupiah. Disini kita bisa melihat saham dari ASETBRO sudah turun sebanyak 10%.

Tetapi karena Andi sudah mematok presentase penurunan batas resikonya adalah 7% maka saat harga sahamnya turun di harga 930 rupiah Andi sudah menjualnya.

Dengan begitu Andi bisa lebih tenang dan tidak terlalu mengalami kerugian yang begitu parah, karena Andi memiliki batas resikonya.

Kamu bisa membuat batas resiko kerugian yang kamu bisa sesuaikan dengan dirimu sendiri.

Kesimpulan Saham Nyangkut

Nyangkut di saham adalah sebuah fenomena yang biasa dan bisa terjadi kepada investor baru maupun investor yang sudah ahli.

Harga saham yang mengalami penurunan yang besar bukan berarti saham tersebut jelek, bisa jadi memang kondisi umum dan memang bidang perusahaan saham yang mengalami penurunan.

Jadikan saham yang nyangkut tersebut sebagai pembelajaran agar dikemudian hari kamu tidak mengalaminya lagi.

Belajar teknik analisa saham kembali agar kamu bisa memilih saham yang benar-benar bagus, dan buat batas resiko.

Itulah beberapa tips dari saya ketika saham yang kamu beli nyangkut, jika masih ada seputar pertanyaan mengenai hal ini, kamu bsia bertanya di kolom komentar.

Jika dirasa artikel ini bermanfaat kamu bisa membagikan tulisan ini agar bisa membantu yang lain dan tidak mengalami kerugian di saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *